Skip to content

Pengertian Perawatan Preventif

  • by
Pengertian Perawatan Preventif

Penjelasan Perawatan Preventif

Perawatan preventif adalah perawatan yang dilakukan dengan jadwal yang telah dibuat secara teratur/rutin, sehingga dapat juga dikategorikan dalam bentuk ”perawatan yang direncanakan” atau planned maintenance. Fungsi penting dari perawatan preventif ini adalah menjaga kondisi operasional dan fisik peralatan serta meningkatkan keandalannya. Tujuan dari preventif maintenance adalah untuk menghilangkan faktor faktor penyebab kerusakan sebelum kerusakan terjadi, karena kerusakan yang terjadwal selalu lebih murah dibandingkan dengan kerusakan akibat perawatan yang tidak terjadwal.

Pekerjaan perawatan preventif dilakukan dengan cara mengadakan inspeksi rutin, pelumasan dan pengecekan peralatan secara visual/bunyi seteliti mungkin. Frekuensi inspeksi ditetapkan menurut tingkat kepentingan mesin, tingkat kerusakan dan kelemahan mesin. Inspeksi secara berkala sangat membantu pengecekan untuk menemui penyebab-penyebab yang dapat menimbulkan kerusakan, dan juga untuk mempermudah usaha perbaikannya jika terjadi kerusakan yang tiba tiba.

Perawatan prefentif mempunyai tujuan sebagai berikut:
  • Untuk mencapai tingkat kesiapan industri yang maksimum dengan mencegah kerusakan dan mengurangi periode waktu perbaikan menjadi seminimum mungkin.
  • Menjaga kondisi mesin sebaik mungkin untuk mempertahankan produk yang berkualitas tinggi.
  • Memperkecil resiko tingkat kerusakan yang lebih parah.
  • Menjaga agar proses produksi dapat berjalan dengan lancar
  • Menjamin keselamatan pekerja.
  • Menjaga industri pada tingkat efisiensi produksi yang maksimum.

Pekerjaan-pekerjaan Dasar Pada Perawatan Preventif

Pekerjaan-pekerjaan dasar pada perawatan preventif adalah: inspeksi, pelumasan, perencanaan dan penjadwalan, pencatatan dan analisis, latihan bagi tenaga perawatan, serta penyimpanan suku cadang.

a. Inspeksi

Pekerjaan inspeksi dibagi atas inspeksi bagian luar dan inspeksi bagian dalam. Inspeksi bagian luar dapat ditujukan untuk mengamati dan mendeteksi kelainan-kelainan yang terjadi pada mesin yang sedang beroperasi, misalnya: timbul suara yang tidak normal, getaran, panas, asap dan lain-lain. Sedangkan inspeksi bagian dalam ditujukan untuk pemeriksaan elemen-elemen mesin yang dipasang pada bagian dalam seperti: roda gigi, ring, paking, bantalan dan lain-lain.
Frekuensi inspeksi perlu ditentukan secara sangat hati-hati, karena terlalu kurangnya inspeksi dapat menyebabkan mesin kerusakan yang sulit untuk diperbaiki dengan segera. Sedangkan terlalu sering diadakan inspeksi dapat menyebabkan mesin kehilangan waktu produktivitasnya. Dengan demikian frekuensi pelaksanaan inspeksi harus benar-benar ditentukan berdasarkan pengalaman, dan jadwal program untuk inspeksi perlu dipertimbangkan dengan matang.
Untuk inspeksi mesin dapat dikategorikan menjadi dua macam:
  1. Kategori mesin yang pentingMesin-mesin dalam kelompok ini sangat besar pengaruhnya terhadap jalannya produksi secara keseluruhan, sedikit saja terjadi gangguan akan memerlukan waktu yang lama untuk memperbaikinya. Untuk itu perlu diberikan penekanan yang lebih kepada inspeksi mesin-mesin tersebut.
  2. Kategori mesin biasa. Frekuensi inspeksi untuk kelompok ini tidak terlalu berpengaruh terhadap jalannya produksi.
     b. Pelumasan

  Komponen-komponen mesin yang bergesekan seperti roda gigi, bantalan dsb, harus diberi pelumasan secara benar agar dapat bekerja dengan baik dan tahan lama. Dalam pemberian pelumas yang benar perlu diperhatikan jenis pelumasnya, jumlah pelumas, bagian yang diberi pelumas dan waktu pemberian pelumasnya ini.

    c. Perencanaan dan Penjadwalan

Suatu jadwal program perawatan perlu disiapkan dan harus ditaati dengan baik. Program perawatan harus dibuat secara lengkap dan teperinci menurut spesifikasi yang diperlukan, seperti adanya jadwal harian, mingguan, bulanan, tiap tiga bulan, tiap setengah tahun, setiap tahun dan sebagainya.

d. Pencatatan dan Analisis

Catatan-catatan yang perlu dibuat untuk membantu kelancaran pekerjaan perawatan ini adalah:
  1. Buku manual operasi
  2. Manual instruksi perawatan.
  3. Kartu riwayat mesin.
  4. Daftar permintaan suku cadang.
  5. Kartu inspeksi.
  6. Catatan kegiatan harian.
  7. Catatan kerusakan, dan lain-lain.
Catatan-catatan ini akan banyak membantu dalam menentukan perencanaan dan keputusan-keputusan yang akan diambil.
 

Keuntungan-keuntungan dari Perawatan Preventif

Berikut ini adalah beberapa keuntungan penting dari program perawatan preventif yang dilaksanakan dengan baik.
  1. Waktu terhentinya produksi menjadi berkurang.
  2. Berkurangnya pembayaran kerja lembur bagi tenaga perawatan.
  3. Berkurangnya waktu untuk menunggu peralatan yang dibutuhkan.
  4. Berkurangnya pengeluaran biaya untuk perbaikan.
  5. Penggantian suku cadang yang direncanakan dapat dihemat kebutuhannya, sehingga suku cadang selalu tersedia di gudang setiap waktu.
  6. Keselamatan kerja operator lebih tinggi karena berkurangnya kerusakan. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *